Terbaru! Ini Estimasi Waktu Tunggu Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Indonesia 2022, Kalau Daftar Sekarang Kapan Bisa Berangkat ke Mekkah?

  • Bagikan

Suaraflores.net - Pemberangkatkan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi tahun 2022 oleh Pemerintah Indonesia sudah dimulai sejak 4 Juni lalu.

Melansir laman haji.kemenag.go.id, hingga Jumat, 11 Juni 2022, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah memberangkatkan sebanyak 17.612 orang ke tanah suci.

Terbaru, sebanyak 2.855 orang tiba di Madinah pada hari ini.

Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Akhamad Fauzin, menyampaikan rencana keberangkatakan jemaah dari Madinah menuju Makkah yang akan dimulai pada tanggal 12 Juni 2022 atau bertepatan dengan tanggal 12 Dhulqa’dah 1443H.

Untuk itu, sebagian jemaah yang keberangkatannya di awal-awal akan mulai diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib, dengan mengambil miqat di Zulhulaifah atau yang lazim disebut dengan nama Bir Ali atau Abyar Ali.

"Kepada seluruh jemaah yang sebentar lagi akan melaksanakan umrah wajib kami imbau agar tidak segan-segan untuk bertanya, berkonsultasi dan memastikan segala sesuatunya yang berkaitan dengan manasik maupun yang lainnya," paparnya saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (11/6/2022).

"Tak lupa kami juga menimbau untuk mencukupkan istirahat mengingat umrah yang akan dilaksanakan merupakan umrah wajib. Dengan demikian, diharapkan seluruh Jemaah dapat melaksanakan umrah dengan sebaik-baiknya," sambungnya.

Dimulainya pemberangkatan calon jemaah haji 2022 tentu menjadi kabar yang dinantikan umat Islam di Indonesia. Pasalnya, selama 2 tahun Indonesia harus menunda penyelenggaraan ibadah haji di tengah wabah pandemi Covid-19.

Keberangkatan dan pemulangan jemaah haji Indonesia sendiri dibagi 2 gelombang. Gelombang 1 seluruhnya mendarat di Bandara Madinah, sementara gelombang 2 mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

Jika pemberangkatan gelombang 1 dimulai pada 4 Juni lalu, pemberangkatan gelombang 2 akan dimulai pada 19 Juni mendatang.

Lalu, bagaimana dengan calon jamaah haji yang baru mendaftar tahun 2022, kapan mereka bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci? Ini mungkin merupakan pertanyaan banyak orang.

Estimasi waktu tunggu keberangkatan calon jamaah haji Indonesia berbeda untuk masing-masing wilayah.

Sebagai contoh, estimasi waktu tunggu untuk calon jemaah haji asal Jakarta adalah 55 tahun. Artinya, jika calon jemaah haji asal Jakarta mendaftarkan diri tahun 2022, diperkirakan akan diberangkatkan sekitar tahun 2077.

Melansir laman haji.kemenag.go.id, kuota jemaah haji wilayah DKI Jakarta sebanyak 3.593 dan jumlah pendaftarnya telah mencapai 194.439.

Sementara itu, wilayah yang estimasi waktu tunggunya paling singkat adalah Kabupaten Maybrat yaitu 9 tahun, sedangkan estimasi waktu tunggu paling lama adalah kabupaten Bantaeng yaitu 97 tahun.

Berikut ini daftar estimasi waktu tunggu keberangkatan haji terbaru untuk beberapa wilayah lainnya:

Baca Juga: Kisah Sultan Ottoman Ibrahim I yang Gila, Menenggelamkan Lebih dari 280 Gundik dari Haremnya di Bosphorus

ACEH 67 tahun, Kuota 1.988, Jumlah Pendaftar 131.607 SUMATERA UTARA 42 tahun, Kuota 3.777, Jumlah Pendaftar 156.452 SUMATERA BARAT 48 tahun, Kuota 2.093, Jumlah Pendaftar 99.753 RIAU 51 tahun, Kuota 2.290, Jumlah Pendaftar 116.454 JAMBI 64 tahun, Kuota 1.321, Jumlah Pendaftar 83.987 SUMATERA SELATAN 47 tahun, Kuota 3.183, Jumlah Pendaftar 147.278 LAMPUNG 46 tahun, Kuota 3.198, Jumlah Pendaftar 144.695 DKI JAKARTA 55 tahun, Kuota 3.593, Jumlah Pendaftar 194.439 JAWA TENGAH 63 tahun, Kuota 13.776, Jumlah Pendaftar 861.766 D.I. YOGYAKARTA 66 tahun, Kuota 1.427, Jumlah Pendaftar 92.801

JAWA TIMUR 69 tahun, Kuota 15.956, Jumlah Pendaftar 1.093.013 BALI 55 tahun, Kuota 317, Jumlah Pendaftar 17.413 NUSA TENGGARA BARAT 74 tahun, Kuota 2.042, Jumlah Pendaftar 150.911 NUSA TENGGARA TIMUR 47 tahun, Kuota 303, Jumlah Pendaftar 14.232 KALIMANTAN TENGAH 55 tahun, Kuota 731, Jumlah Pendaftar 39.523 KALIMANTAN SELATAN 77 tahun, Kuota 1.732, Jumlah Pendaftar 132.555 SULAWESI UTARA 34 tahun, Kuota 323, Jumlah Pendaftar 10.798 SULAWESI TENGAH 46 tahun, Kuota 903, Jumlah Pendaftar 41.113 SULAWESI TENGGARA 53 tahun, Kuota 917, Jumlah Pendaftar 48.447 PAPUA 50 tahun, Kuota 488, Jumlah Pendaftar 24.257

BANGKA BELITUNG 54 tahun, Kuota 483, Jumlah Pendaftar 25.839 BANTEN, 53 tahun, Kuota 4.291, Jumlah Pendaftar 227.001 GORONTALO 34 tahun, Kuota 444, Jumlah Pendaftar 14.974 KEPULAUAN RIAU 66 tahun, Kuota 140, Jumlah Pendaftar 9.233 KOTA BANDUNG 47 tahun, Kuota 1.116, Jumlah Pendaftar 51.754 KOTA BOGOR 44 tahun, Kuota 450, Jumlah Pendaftar 19.624 KOTA BENGKULU 66 tahun, Kuota 140, Jumlah Pendaftar 9.233 KOTA MAKASSAR 84 tahun, Kuota 516, Jumlah Pendaftar 43.176 KAB. BANTAENG 97 tahun, Kuota 85, Jumlah Pendaftar 8.203 KAB. MAYBRAT 9 tahun, Kuota 2, Jumlah Pendaftar 18

Untuk diketahui, lamanya waktu tunggu ibadah haji tergantung pada perbandingan antara kuota dengan jumlah haji yang mendaftar.

Indonesia mendapatkan kuota haji dalam jumlah tertentu, terdiri dari jemaah haji reguler dan jemaah haji khusus. Kuota tersebut nantinya dibagi ke 34 provinsi di Indonesia.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Jumat (22/4/2022), Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan bahwa Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 100.051 jemaah.

Adapun dari jumlah tersebut, kuota untuk petugas pelaksana ibadah haji adalah sebanyak 1.901 orang.

Selengkapnya mengenai estimasi waktu tunggu pemberangkatan haji semua wilayah Indonesia dapat dilihat pada laman https://haji.kemenag.go.id/v4/waiting-list.

(*)

Sumber: intisari-online.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di suarafloresdotnet@gmail.com.
  • Bagikan