Ngeri, BPOM Bongkar Puluhan Pabrik Tahu Berformalin, Pembeli Kini Wajib Lakukan Ini Jika Tak Ingin Keluarga Tersayang ‘Kehilangan’ Organ Tubuh

  • Bagikan

Suaraflores.net - Masyarakat Indonesia digemparkan oleh temuan pabrik tahu berformalin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kegemparan tersebut terjadi menyusul jumlah pabrik tahu berformalin yang ternyata mencapai puluhan.

Pabrik-pabrik tersebut, merujuk pada laporan BPOM, tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, mulai dari Jakarta hingga Kalimantan Timur.

Terbaru, keberadan dua pabrik tahu berformalin terungkap di wilayah Parung, Bogor, Jawa Barat.

Kedua pabrik tersebut pun langsung digerebek oleh BPOM yang berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Penggerebekan tersebutlah yang kemudian membongkar fakta mencengangkan terkait pabrik-pabrik tahu berformalin.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengungkapkan bahwa hingag saat ini masih banyak pelaku usaha yang menggunakan formaslin dalam produk pangannya.

Bahkan, hingga bulan Juni 2022 saja, BPOM mengaku menemukan 22 pabrik tahu berformalin.

Mereka, para produsen tahu, memilih untuk menggunakan zat berbahaya tersebut dengan tujuan untuk membuat tahu mereka lebih tahan lama.

Padahal, manfaat tersebut, menurut BPOM, tidak sebanding dengan efek jangka panjang yang terjadi pada orang-orang yang mengonsumsinya.

"Dalam jangka panjang, formalin berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, antara lain iritasi saluran napas, sesak napas, pusing, gangguan pernapasan, rusaknya organ penting manusia, hingga menyebabkan kematian," tutur Penny Lukito, seperti dilansir kompas.com, Senin (13/6/2022).

Lalu, di tengah maraknya tahu-tahu berformalin tersebut, bagaimana masyarakat bisa menghindarinya?

Untungnya, ada beberapa cara mudah untuk mendeteksi apakah tahu menggunakan formalin atau tidak.

Beberapa di antaranya dibeberkan oleh Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat Bayu Sari Hastuti.

Salah satu ciri dari tahu berformalin, menurut Bayu, adalah lebih kenyal dibandingkan dengan tahu pada umumnya.

Caranya dengan menggenggam tahu yang akan dibeli, bila terasa membal, maka Anda wajib mencurigainya.

Namun jika tahu mudah hancur, yang sekilas justru terlihat buruk, maka besar kemungkinan tahu tersebut tidak mengandung formalin.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan merendam tahu yang baru dibeli selama semalam.

Jika tahu tersebut tidak mengalami kebusukan sama sekali, maka Anda patut mencurigai adanya kandungan formalin di dalamnya.

Selain wajib membuang tahu tersebut, Anda pun wajib mempertimbangkan untuk membeli tahu dari pedagang yang sama.

"Kami sudah telusuri sampai pabriknya, bersih airnya, bahan bakunya, enggak ada formalin, jadi mungkin distributornya.

Distributornya ngambil, ngasih ke pedagang supaya awet, kan pedagang enggak tahu kalau ada formalinnya," ujar Bayu.

 

 

 

Sumber: intisari-online.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di suarafloresdotnet@gmail.com.
  • Bagikan