Tak Ada Lagi Layanan Kelas, Kini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Bakal Berdasarkan Gaji, Begini Nasib Mereka yang Tidak Berpenghasilan

  • Bagikan

 

Suaraflores.net - Tahukah Anda bahwa BPJS Kesehatan berencana akan menghapus tingkatan kelas?

Ya, rencananya layanan kelas dalam BPJS Kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan akan diubah.

Dilansir dari kompas.com pada Selasa (14/6/2022), nantinya layanan kelas dalam BPJS Kesehatan akan dilebur menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Rencana ini kemungkinan besar akan berlaku mulai Juli 2022.

Lalu apakah peleburan ini akan mempengaruhi besaran iuran yang harus dibayarkan per bulan?

Diketahui setiap pengguna BPJS Kesehatan membayar iuran setiap bulannya berdasarkan kelas yang dipilih.

Nah, dengan adanya peleburan ini, maka iuran akan menggunakan prinsip asuransi global dan keadilan.

"Salah satu prinsipnya adalah sesuai dengan besar penghasilan," ujar Asih Eka Putri, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Tapi bagaimana dengan mereka yang belum atau sudah tidak memiliki penghasilan?

Anda jangan khawatir.

Terkait rencana peleburan kelas BPJS Kesehatan, pihak DJSN masih belum bisa memastikan berapa besaran iuran.

Termasuk bagi mereka yang belum berpenghasilan.

Menurut Wakil Ketua DJSN, Muttaqien, saat ini pemerintah tengah melakukan simulasi internal untuk mengetahuinya.

Sebab dibutuhkan perhitungan yang tepat dan tidak memberatkan peserta BPJS Kesehatan.

Yang jelas, pemerintah mengatur iuran BPJS Kesehatan berdasarkan gaji untuk tujuan yang lebih baik.

Apalagi sebenarnya iuran BPJS Kesehatan berdasarkan gaji sudah diterapkan di Indonesia.

Penerapan itu mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan.

Akan tetapi peserta BPJS Kesehatan yang sudah membayar iuran BPJS Kesehatan berdasarkan gaji adalah peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) atau pekerja formal baik penyelenggara negara.

Misalnya ASN, TNI, POLRI, dan pekerja swasta.

Di mana mereka memiliki besaran iuran BPJS Kesehatan yang telah disesuaikan dengan gaji.

Kira-kira sebesar 5% dari upah, dengan rincian 4% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1% oleh pekerja.

 

 

 

Sumber: intisari-online.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di suarafloresdotnet@gmail.com.
  • Bagikan