Menu Jamuan Makan Siang Jokowi ke Ketum Parpol: dari Steak hingga Jus Kedondong

  • Bagikan

SUARAFLORES.NET, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjamu makan siang sejumlah tokoh menjelang pelantikan menteri dan wakil menteri baru di kabinet. Sebanyak tujuh ketua umum partai politik hadir dalam jamuan ini yang digelar di Istana Negara, Rabu, 15 Juni 2022.

Menu yang dihidangkan dalam jamuan ini pun diterima media dan sudah dikonfirmasi pihak Istana. Untuk appetizer ada salad putri dewi dan soup shabu-shabu. Sementara main course ada tiga pilihan yaitu beef tenderloin steak, salmon steak, dan nasi goreng kecombrang.

Barulah untuk dessert ada pudding kelapa, jus kedondong dan kelapa. Jus kedondong adalah salah satu menu yang biasa dihidangkan untuk Jokowi di Istana. Hal ini pernah terungkap dalam video dalam akun Youtube Jokowi soal cerita dari dapur presiden.

"Saya mulai ikut Bapak Jokowi waktu itu tahun 2013 sampai sekarang kurang lebih empat tahun berjalan ini," ujar Tri Supriharjo asal Palur, Ngringo, Karanganyar, Solo, chef presiden Jokowi membuka video berjudul "Cerita Dari Dapur Presiden" yang diunggah Sabtu, 20 Mei 2017 itu.

Untuk jus, Tri mengaku setiap hari mengganti buah jus. Misalnya, pagi hari jus melon, sore hari jus apel atau lainnya. "Malah jus-jus saat ini kadang-kadang Bapak itu jus kedondong. Memang jarang, selama ini saya alami baru Bapak ini konsumsi jus kedondong itu," ujar Tri.

Selanjutnya, menu-menu inilah satu satunya yang dinikmati oleh tetamu, dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Lalu hadir pula Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Suharso Monoarfa menyebut pertemuan ini lebih banyak membahas perkembangan terkini situasi ekonomi global. "Bagaimana Indonesia menjadi contoh bagi negara di dunia," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini usai acara pelantikan, Rabu, 15 Juni 2022.

International Monetary Fund (IMF), kata Suharso, telah mengingatkan potensi sejumlah negara yang gagal. Tapi di sisi lain, kata dia, Indonesia justru bisa menjadi juara sehingga diharapkan bisa memberikan pandangan ke negara lain.

Sementara, Airlangga mengakui salah satu yang dibahas adalah soal konsolidasi politik, tapi kaitannya tetap dengan tantangan global ke depan."Tadi dibahas tantangan di bidang energi, pangan, dan terkait capaian pangan," ujarnya.

Tantangan yang muncul semakin berat dan dinilai hanya bisa ditangani dengan politik yang stabil. "Dan dilaksanakan selama menangani pandemi Covid-19. Jadi dengan politik stabil, pemerintah bisa mengambil langah-langkah," ujarnya.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di suarafloresdotnet@gmail.com.
  • Bagikan