Harrison Ford Pernah Semprot Zulkifli Hasan: Ini Tidak Lucu!

  • Bagikan

SUARAFLORES.NET, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional atau PAN Zulkifli Hasan menjadi sorotan setelah dirinya dilantik menjadi Menteri Perdagangan. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengangkat Zulhas, sapaan karib Zulkifli Hasan, sebagai Menteri Perdagangan menggantikan M Lutfi dalam reshuffle kabinet pada Rabu, 15 Juni 2022.

Baru-baru ini nama Zulhas menjadi viral di jagad media sosial setelah potongan video dirinya yang dimarahi artis kenamaan Hollywood yang juga aktivis lingkungan hidup, Harrison Ford beredar. Usut punya usut, cuplikan video tersebut rupanya potongan film dokumenter “Years of Leaving Dangerously”. Zulhas yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu II SBY berpatisipasi dalam pembuatan film tersebut di hutan Tesso Nilo, Riau pada September 2013.

Cuplikan Harrison Ford yang marah-marah di hadapan Zulhas sebenarnya juga pernah viral pada 2013 silam, kala film itu dibuat. Potongan video Ford memarahi Zulas tersebut telah beredar sembilan bulan sebelum tayang, atau September 2013. Kemudian, pada Juni 2014, barulah terungkap secara keseluruhan isi cerita dalam video bertajuk “This is what happens when Harrison Ford meet Indonesian Minister of Forestry” yang diunggah kanal YouTube Notfoundher. Menurut pantauan tempo.co, hingga hari ini, Jumat, 17 Juni 2022, unggahan berusia 9 tahun itu telah ditonton sebanyak 298 ribu kali.

Video tersebut berdurasi 4 menit 5 detik, dibuka dengan cuplikan kehancuran Taman Nasional Tesso Nilo yang terletak di Riau. Ford mengamati kawasan menggunakan helikopter. Sebagian dari taman nasional seluas 38,5 ribu hektare itu tampak gundul. Dari udara, Ford dengan geram mengatakan ingin bertemu pemerintah Indonesia. “Saya tidak sabar bertemu Menteri Kehutanan. Saya tidak sabar,” kata Ford mengungkapkan kemarahannya.

Ford kemudian bertemu Menteri Zulkifli Hasan di kantor Kementerian Kehutanan Jakarta. Dalam video, Ford terlihat mengenakan kemeja putih dibalut jas dan celana panjang hitam. Sementara Zulkifli Hasan mengenakan pakaian safari. Ford membuka percakapan dengan berterima kasih kepada Zulkifli Hasan karena bersedia meluangkan waktunya. Dalam 15 tahun terakhir, kata Ford, sekitar 80 persen hutan tereksploitasi. “Paling banyak di Indonesia. Ada dua kekuatan di antara bisnis dan politik di negara ini,” kata dia.

Emosi Ford memuncak ketika menceritakan pengalamannya dan para kru ketika mengunjungi Tesso Nilo di Riau. Mendengar, penjelasan Ford, Zulkifli Hasan justru tertawa. Hal ini membuat Ford emosional. Dengan wajah tegang, Ford mengatakan, “Ini tidak lucu.” Ford menjelaskan hanya 18 persen kawasan hutan nasional yang tersisa. “Kami melihat hutan terbakar, jalur penebangan liar, pohon yang ditebang, sungguh menghancurkan. Sangat menyayat hati,” ujar Ford.

Zulkifli menjelaskan, semula dirinya juga tercengang melihat kawasan Tesso Nilo yang rusak. Akan tetapi, Zulkifli mengatakan jajarannya setiap hari berusaha keras menyelesaikan persoalan tersebut. “Kita sedang surplus demokrasi. Kami berprogram untuk memindahkan mereka dengan mencari lahan pengganti,” ujar Zulkifli. Tak puas dengan komentar Zulkifli, Ford melempar pertanyaan dengan nada ketus. “Berarti, Anda siap kalah dalam pertarungan?” ujar Ford. Zulkifli menjawabnya dengan singkat, “Ya.” Setelah mendengar jawaban Zulkifli, Ford merapikan berkas lalu meninggalkan ruangan.

Zulkifli Hasan setelah wawancara itu membenarkan Harrison Ford sempat emosional dalam menyikapi kondisi hutan Indonesia. Ford, kata Zulkifli, meminta pemerintah harus lebih tegas dalam menindak pelaku perusakan hutan. Namun, menurut Zulkifli, kemarahan Ford masih dalam batas wajar. “Ini bukan wawancara seperti biasa, tapi buat film. Saya tidak terlatih akting. Dia emosinya tinggi. Saya kagok juga didandani macam-macam,” kata Zulkifli Hasan setelah wawancara dengan Ford, saat itu.

HENDRIK KHOIRUL MUHID 

Baca: Jawaban Zulkifli Hasan Soal Kelakuan Harrison Ford

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini. 

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di suarafloresdotnet@gmail.com.
  • Bagikan