Dikira Peti Buah, Saat Dibongkar Para Pekerja Terkejut Isinya Barang Terlarang Senilai Rp1,05 Miliar Ini, Langsung Lapor Polisi

  • Bagikan

Suaraflores.net - Kartel narkoba salah mengirim paket narkoba ke supermarket di Ceko.

Paket narkoba tersebut berisi kokain senilai hampir 68 juta euro (Rp1,05 triliun).

Paket kokain tersebut kemudian disita oleh polisi.

Kejadian bermula ketika para pekerja di beberapa supermarket di seluruh Ceko menemukan obat terlarang tersebut saat membongkar peti buah.

Peti buah tersebut diduga berasal dari kartel narkoba Kolombia.

Secara total, ada sekitar satu ton kokain dengan nilai jalanan sekitar 68 juta euro (Rp 1,05 triliun) yang berhasil dikumpulkan.

Obat-obatan tersebut ditemukan dibungkus berbentuk kubus di sekitar pisang, kata polisi, seperti dilaporkan The Independent, Sabtu (19/6/2022).

Temuan kokain tersebut awalnya dilaporkan oleh para karyawan supermarket di Praha, Jicin, Rychnov, dan Kneznou.

Mereka melaporkan bungkusan yang mencurigakan.

Polisi kemudian mengirim unit anjing pelacak.

1/3 Lisované kostky kokainu, v krabicích od banánů, nalezli dnes odpoledne pracovníci supermarketu v Jičíně a Rychnově nad Kněžnou. Kriminalisté zjistili, že zboží stejné šarže bylo distribuováno na několik dalších míst v ČR. pic.twitter.com/V3e7p8hOYu

— Policie ČR (@PolicieCZ) June 10, 2022

 

“Penyelidik kriminal menemukan bahwa barang-barang dari batch yang sama didistribusikan ke beberapa tempat lain di Republik Ceko,” kata polisi Ceko dalam sebuah pernyataan.

“Oleh karena itu, bekerja sama dengan (administrasi bea cukai Republik Ceko) dan entitas lain, saat ini sedang melakukan inspeksi di tempat-tempat ini dan tindakan lainnya,” sambungnya.

Polisi menambahkan, mereka sekarang akan bekerja dengan otoritas internasional untuk melanjutkan penyelidikan mereka.

“Informasi tentang kiriman (kokain) disimpan di luar wilayah Republik Ceko. Untuk alasan ini kami akan menggunakan lembaga kepolisian internasional dan kerja sama peradilan,” ujar polisi Ceko.

“Kasus ini diambil alih oleh Pusat Pengendalian Narkoba Nasional, yang akan melakukan penyelidikan. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut sesegera mungkin,” sambungnya.

Menurut Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, produksi kokain hampir mencapai rekor dua kali lipat antara 2014 hingga 2019.

Dalam laporan tahunannya yang dirilis pada 2021, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan menambahkan bahwa Kolombia menyumbang sebagian besar dari jumlah tersebut.

 

Sumber: intisari-online.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di suarafloresdotnet@gmail.com.
  • Bagikan