Jokowi Segera Sodorkan Pengganti Wakil Ketua KPK Lili Pintauli ke DPR

  • Bagikan
SUARAFLORES.NET, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan proses penggantian posisi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar masih diproses. Sebab, kata dia, surat pemberhentian Lili baru diteken pekan lalu.

"Kami akan segera mengajukan (nama pengganti) ke DPR secepatnya," kata Jokowi dalam keterangan pers di Subang, Jawa Barat, Selasa, 12 Juli 2022. Kendati demikian, Jokowi tak merinci alasan Lili mundur dalam surat yang diterimanya.

Kemarin, Staf khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini mengkonfirmasi bahwa surat pengunduran diri Lili sudah diterima Jokowi. Faldo juga menyebut Jokowi pun sudah menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) untuk pemberhentian Lili.

"Penerbitan Kepres tersebut merupakan prosedur administrasi yang disyaratkan dalam Undang-Undang KPK," kata Faldo saat dihubungi, Senin, 11 Juli 2022.

Informasi ini disampaikan di tengah sidang kote etik oleh anggota Dewan Pengawas atau Dewas KPK  terhadap Lili pada Senin kemarin. Di tengah jalan, Dewas KPK membatalkan sidang karena permohonan pengunduran diri Lili sudah disetujui Jokowi.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan mengatakan surat pengunduran diri Lili diajukan sejak 30 Juni 2022. Lalu Jokowi menerbitkan Surat Keputusan Presiden Nomor 71/P/ 2022 tertanggal 11 Juli.

"Sehingga kode etik tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi kepada terperiksa. Sehingga Majelis Etik menyatakan persidangan etik tentang pelanggaran etik dan perilaku gugur," ujar Tumpak saat persidangan di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Lili direncanakan menjalanii sidang kode etik atas dugaan menerima gratifikasi tiket MotoGP Mandalika pada Senin, 11 Juli 2022. Ia diduga berupaya memanipulasi penerimaan pemberian tiket dan akomodasi tersebut dari PT Pertamina (Persero). Upaya tersebut agar seolah-olah tidak menerima pemberian dari perusahaan BUMN itu.

Sumber Tempo menjelaskan, uang untuk membayar tiket dan akomodasi diduga diberikan oleh Mitra Tours and Travel, agen perjalanan yang merupakan bagian dari perusahaan Pertamina lewat PT Patra Jasa.

Kemudian ajudan Lili, Oktavia Dita Sari, menyerahkannya kepada pejabat Pertamina, agar seolah-olah membeli tiket dan akomodasi itu. Pembelian tiket dibuktikan dengan kuitansi per Februari 2022, namun ditemukan terkena tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen.

Padahal PPN 11 persen ditetapkan lewat Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan pada 1 April 2022. Penegak Hukum yang menjadi sumber Tempo tersebut juga mengatakan, Dewan Pengawas KPK sudah memiliki bukti keterangan saksi yang menguatkan.

Sebagaimana diketahui, masalah dugaan pelanggaran kode etik ini berawal dari laporan yang diterima Dewan Pengawas KPK pada Maret lalu. Lili bersama 10 orang dalam rombongannya diduga mendapat tiket MotoGP 2022 Mandalika kategori Granstand Premium Zona A selama tiga hari pada 18-20 Maret 2022.

Lili Pintauli juga diduga mendapat fasilitas menginap selama sepekan pada 16-22 Maret 2022 di Amber Lombok Beach Resort. Pemesanan tiket balapan motor dan akomodasi tersebut diduga menggunakan jasa Mitra Tours and Travel.

Baca juga: Setelah Lili Pintauli Mundur, DPR Sebut Jokowi Sementara Bisa Tunjuk Pelaksana Tugas

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan