Top 3 Dunia: Wang Yi Komentari Kehadiran Amerika di Asia Pasifik

  • Bagikan
SUARAFLORES.NET, Jakarta - Top 3 dunia pada 11 Juli 2022, di urutan pertama adalah berita tentang Menteri Luar Negeri Cina yang buka suara perihal persaingan negaranya dengan Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik. Bagi Cina, kehadiran Negeri Abang Sam tersebut bukan perkara besar selama berlandaskan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Menurut Wang, yang terpenting adalah mendukung sentralitas ASEAN, menjunjung tinggi kerangka kerja korporasi regional yang ada, menghormati hak dan kepentingan sah satu sama lain di Asia-Pasifik daripada saling memusuhi atau menahan pihak lain.

Di urutan kedua top 3 dunia adalah berita mengenai usia Joe Biden yang sudah senja sehingga mulai menjadi perhatian Gedung Putih dalam menyusun jadwal kerjanya. Biden, 79 tahun, sudah sepuh sehingga kondisinya saat ini sudah tidak seprima sebelumnya. 

Berikut top 3 dunia selengkapnya :

1.Menlu China Wang Yi Buka Suara Soal Persaingan dengan AS di Asia-Pasifik

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi buka suara soal persaingan dengan Amerika Serikat di Asia Pasifik. Ia menilai, kehadiran negeri Paman Sam di Asia-Pasifik itu tidak masalah selama adil berlandaskan perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Saya percaya bahwa orang-orang di kawasan ini punya ukuran logis dan historis, untuk mendapatkan penilaian yang adil," kata Wang Yi setelah menyampaikan pidato kebijakan ASEAN China seperti ditayangkan think tank FPCI, Senin, 11 Juli 2022.

Bagi Wang, yang terpenting adalah mendukung sentralitas ASEAN, menjunjung tinggi kerangka kerja korporasi regional yang ada, menghormati hak dan kepentingan sah satu sama lain di Asia-Pasifik ketimbang memusuhi atau menahan pihak lain.

Sebelumnya pada akhir Juni 2022, Gedung Putih mengumumkan kalau Amerika Serikat, Australia, Jepang, Selandia Baru dan Inggris meluncurkan kelompok informal yang bertujuan meningkatkan hubungan ekonomi dan diplomatik dengan negara-negara kepulauan Pasifik. Kelompok yang diberi nama Partners in the Blue Pacific atau PBP, diproyeksi mendukung regionalisme Pasifik dan memperkuat hubungan ekonomi antara pulau-pulau Pasifik dan seluruh dunia

Baca selengkapnya di sini

2.Usia Senja Joe Biden Mulai Bikin Waswas Gedung Putih

Surat kabar New York Times (NYT) dalam pemberitaannya Sabtu, 9 Juli 2022, melaporkan kalau usia Presiden Amerika Serikat Joe Biden mulai menjadi isu bagi Gedung Putih. Sumber di Gedung Putih menyebut tingkat energi Biden sudah tidak seprima sebelumnya sehingga mereka harus rutin memantaunya.

New York Times menulis kondisi Presiden yang sudah sepuh, telah mempengaruhi rutinitasnya. Hal ini mendorong Gedung Putih untuk membuat perubahan pada jadwal perjalanan Biden ke luar negeri.

Jika tidak ada aral melintang, Biden akan mengawali kunjungan kerja selama empat hari ke Timur Tengah pada pekan depan. Sumber mengatakan pada New York Times, lawatan kerja itu awalnya akan dijadikan satu dengan kunjungan kerja Biden ke Eropa pada akhir bulan lalu. Namun, rencana itu urung dilakukan karena dianggap ‘gila’ untuk seseorang yang sudah berusia 79 tahun.   

Baca selengkapnya di sini

Presiden AS Joe Biden menyeka hidungnya dengan tisu saat Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Inggris, Senin, 1 November 2021. Dalam pidatonya, Biden menyampaikan peringatannya tentang malapetaka perubahan iklim yang akan datang dan upaya bersama untuk menghindarinya. REUTERS/Yves Herman

3.Ibu Pembunuh Shinzo Abe Jemaat Gereja Unifikasi

Ibu tersangka pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, diketahui anggota Gereja Unifikasi. Hal ini dikonfirmasi oleh kepala gereja tersebut pada Senin, 11 Juli 2022.

Tomihiro Tanaka, Presiden Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Penyatuan Dunia cabang Jepang, yang dikenal sebagai Gereja Unifikasi, mengatakan kepada wartawan dalam sebuah pengarahan di Tokyo ibu Tetsuya Yamagami adalah anggota gereja tersebut. Dia tidak memberikan nama Ibu Yamagami.

Tanaka menolak mengomentari masalah sumbangan, karena penyelidikan polisi sedang berlangsung.

Sebelumnya, Yamagami, 41 tahun, mengaku menembak Abe karena dendam gara-gara ibunya bangkrut setelah menyumbang ke sebuah kelompok keagamaan yang dipromosikan Perdana Menteri Abe.

Polisi telah mengkonfirmasi bahwa tersangka mengatakan dia menyimpan dendam terhadap organisasi tertentu, tetapi belum menyebutkan nama organisasi itu.

Baca selengkapnya di sini

Ikuti berita terkini dari tempo.co di Google News, klik di sini.            

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan