Jangan Sampai Terjadi Seperti Komedian Rini S Bon Bon, Kenali 10 Tanda Kadar Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai, Segera Kelola Diabetes agar Tidak Terjadi Komplikasi

  • Bagikan

Suaraflores.net – Seperti diketahui komedian senior Rini S Bon Bon meninggal dunia pada hari Minggu (10/7/2022) pukul 17.00 WIB.

Meski belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Rini S Bon Bon, namun pelawak senior tersebut sempat melawan penyakit diabetes mellitus tipe dua.

Penyakit diabetes mellitus  (DM) diderita Rini S Bon Bon sejak tahun 1996 dan diturunkan dari ayahnya, Suhandi Hasan (65).

Rini  sempat mengaku kaget saat dia divonis diabetes, mengutip program Kompas TV Cerita Hati.

Saat diabetes menggerogoti tubuhnya, Rini mengaku lemas tak berdaya, bahkan untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim pun dia mengaku nyaris tidak mampu melakukannya.

Namun, dia berupaya untuk melawannya dan meyakinkan diri bahwa dia menjalankan salat lagi.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya memiliki kadar gula darah tinggi.

Karena measa tidak memiliki riwayat diabetes, maka banyak orang yang kerap lengah dan tidak menjaga pola makan maupun kesehatannya.

Pada tahun 2021, International Diabetes Federation (IDF) mencatat 537 juta orang dewasa (umur 20-79 tahun) atau 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia.

Diabetes juga menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 tiap 5 detik.

Dari data IDF, Tiongkok menjadi negara pengidap terbesar di dunia, dengan 140,87 juta penduduk Tiongkok hidup dengan diabetes pada tahun 2021.

Sementara, Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta.

Dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 179,72 juta, itu berarti prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 10,6%.

Ada baiknya kita mengenali tanda gula darah tinggi sejak awal supaya segera mendapatkan penanganan sebelum kondisinya lebih parah.

Lalu, apa saja gejala diabetes yang harus diwaspadai? Ini dia:

1. Sering buang air kecil

Ketika dalam darah terlalu banyak kadar gulanya, maka ginjal akan bekerja lebih keras untuk mengeluarkannya dari tubuh.

“Saat ginjal mengeluarkan gula, maka mereka mengeluarkan air bersamanya. Hal ini membuat Anda harus mengunjungi kamar mandi lebih dari biasanya,” jelas Betul Hatipoglu, MD, seorang ahli endokrinologi di Cleveland Clinic.

2. Kelelahan

Merasa lelah kemungkinan merupakan tanda awal gula darah tinggi yang paling umum.

Apalagi kelelahan atau sensasi mengantuk kerap terjadi setelah makan, khususnya yang mengandung banyak karbohidrat.

3. Merasa haus

Sering merasa haus juga merupakan efek lanjutan dari sering buang air kecil akibat gula darah yang tinggi.

Karena tubuh mengalami dehidrasi maka kebutuhan untuk minum menjadi lebih banyak dan lebih sering.

4. Penglihatan kabur

Mengutip dari kompas.com, kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh dapat mempengaruhi sejumlah organ seperti mata.

Kelebihan gula darah tersebut bisa terperangkap di tengah lensa mata sehingga menyebabkan efek kabur.

Kondisi ini bersifat sementara dan tidak sama dengan kerusakan mata yang mungkin terjadi dalam jangka panjang akibat diabetes.

5. Sakit kepala

Apa pun yang menyebabkan dehidrasi dapat memicu sakit kepala, jelas Hatipoglu.

Keluhan sakit kepala ini bisa menjadi gejala dari banyak penyakit lainnya, untuk itu ada baiknya memeriksakan diri bila memiliki risiko diabetes yang disertai dengan kondisi yang telah disebutkan sebelumnya.

6. Mual, muntah, dan merasa bingung

Gejala lain dari kadar gula yang tinggi dalam darah yang termasuk langka dan mengancam jiwa adalah ketoasidosis diabetik (DKA) yang termasuk mual, muntah, dan merasa bingung.

Tidak hanya itu, juga sakit perut, kesulitan bernapas, kulit kering atau memerah, napas berbau buah, atau kesuulitan memperhatikan.

Itu semua biasanya merupakan gejala awal pada penderita DM tipe 1.

7. Infeksi berulang

Kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia yang konsisten dapat melemahkan respons kekebalan tubuh.

Hal itu mengakibatkan tubuh kesulitan melawan beberapa infeksi yang membuat sakit tertentu lebih lama sembuh bahkan menjadi lebih parah.

8. Penyembuhan luka yang lambat

Kadar gula yang tinggi dalam darah juga dapat mempengaruhi sistem peredaran darah tubuh  Anda.

Akibatnya mengganggu aliran darah dan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri yang ditandai dengan luka yang tidak lekas sembuh, ini terutama terjadi pada kaki.

9. Masalah gigi

Gula darah yang tinggi tidak hanya dalam darah, tetapi juga pada air liur.

Jika kadarnya berlebihan maka memicul munculnya bakteri berbahaya di mulut sehingga menyebabkan plak.

Akibatnya, berbagai masalah akan muncul seperti kerusakan gigi, gigi berlubang, radang gusi, penyakit gusi, dan bau mulut.

Salah satu hal pertama yang harus diwaspadai ketika kadar gula darah tinggi adalah gusi bengkak, lunak, dan berdarah.

10. Tangan dan kaki kesemutan

Sudah sejak lama hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi dapat mulai mempengaruhi fungsi saraf dan menyebabkan kerusakan saraf, yang disebut neuropati.

Perifer merupakan jenis neuropati yang paling umum, yang menyebabkan perasaan kesemutan, mati rasa, atau terbakar di tangan, lengan, dan kaki.

 Baca Juga: Sering Dianggap Tanaman Liar, Rebusan Daun ini Ternyata Bisa Jadi Solusi Diabetes Seperti yang Diderita Almarhum Rini S Bon Bon, Gula Darah Bakal Turun Tanpa Perlu Makan Obat

 Baca Juga: Pantas Rini S Bon Bon Pilih untuk Tak Amputasi Kakinya, Ternyata 50% Pasien Kaki Diabetes yang Diamputasi Alami Hal Fatal Ini, Hanya Dalam 5 Tahun

 

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang panduan gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang lebih baik? Langsung saja berlangganan Majalah Intisari. Tinggal klik di https://www.gridstore.id/brand/detail/27/intisari

 

 

Sumber: intisari-online.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan