Kabar Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Diganti, Humas Polri: Belum Ada

  • Bagikan
SUARAFLORES.NET, Jakarta - Isu pergantian Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan atau Kadiv Propam Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo mencuat sepanjang hari ini.

Dalam pesan berantai yang diterima Tempo, Ferdy dikabarkan diganti oleh Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Hendro Pandowo.

Kabar pergantian itu beredar di tengah pengusutan kasus tewasnya Brigadir Nofriansah Josua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Ferdy Sambo. Seperti diketahui polisi menyebut tewasnya Josua akibat baku tembak dengan rekannya Bharada E.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Nurul Azizah pun mengklarifikasi isu tersebut. "Belum ada, belum ada," kata Nurul kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis 14 Juli 2022.

Tempo berusaha menghubungi Hendro Pandowo untuk mengkonfirmasi kabar tersebut. Namun pesan singkat yang dikirim Tempo tak mendapat respons dari Hendro.

Ferdy Sambo menjadi sorotan setelah terjadi penembakan di rumah singgah nya di kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Brigadir J yang merupakan sopir Sambo tewas dalam peristiwa itu.

Polisi menyebut Brigadir J tewas akibat baku tembak setelah dia ketahuan melakukan pelecehan terhadap istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Bharada E yang mendengar teriakan minta tolong kemudian mendatangi asal suara namun disambut tembakan.

Insiden polisi tembak polisi mengakibatkan Brigadir J tewas di lokasi. 

Brigadir J merupakan driver atau supir pribadi istri Kadiv Propam, sementara Bharada E adalah ajudan Irjen Sambo yang bertugas menjaga keamanan di rumah dinas. Polisi menyebut lokasi kejadian merupakan rumah singgah keluarga Irjen Ferdy Sambo untuk berisolasi setelah pulang dari luar kota.

Namun keluarga Brigadir J melihat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa itu. Salah satunya adanya luka sayatan di wajah Brigadir J. Sebelumya, polisi menyebut luka itu akibat serpihan peluru.

Untuk mengungkap peristiwa sebenarnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus. Tim ini melibatkan satuan internal Polri dan eksternal. Wakil Kepala Polri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono didapuk sebagai penanggung jawab, Irwasum sebagai ketua, dan dibantu Kabareskrim Komjen Pol. Agus Andrianto, Kabaintelkam Komjen Pol. Ahmad Dofiri, dan Asisten Kapolri Bidang ASD Irjen Pol. Wahyu Widada.

Baca juga: Kata Mabes Polri soal Ketiadaan Ambulans saat Penembakan Brigadir J

MUTIA YUANTISYA

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan