Kasus ACT: Begini Eks Presiden ACT Bolak-balik Diperiksa Bareskrim

  • Bagikan
SUARAFLORES.NET, Jakarta -Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap disingkat ACT Ahyudin menjalani pemeriksaan keempat di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) pada hari ini Kamis, 14 Juli 2022 pukul 13.00.

Setidaknya Ahyudin telah tiga kali diperiksa secara intensif oleh polisi dalam sepekan ini. Dia diperiksa terkait dugaan penyelewengan pengelolaan dana hasil sumbangan masyarakat yang dilakukan ACT.

Berikut jejak pemeriksaan Ahyudin oleh Bareskrim:

1. Jumat, 8 Juli 2022

Ahyudin memenuhi panggilan Bareskrim untuk kali pertama terkait masalah ini pada Jumat pekan lalu. Dia terpantau mendatangi Bareskrim pada pukul 10.30 WIB dan baru selesai diperiksa pada 23.30 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, Ahyudin mendapatkan kurang lebih sekitar 22 pertanyaan.

Exs Presiden ACT yang disebut “diminta” mundur pada Januari ini mengatakan, dirinya diperiksa terkait kedudukan hukum dan tanggung jawab ACT. Soal ACT yang dituding mendanai kegiatan teroris, Ahyudin mengatakan pihaknya belum menjelaskan kepada polisi. Dia juga enggan menanggapi soal dugaan aliran dana yang diduga diselewengkan lembaga filantropi itu.

“Oh belum sampai, belum sampai sana,” katanya saat ditemui di Mabes Polri, Jumat, 8 Juli 2022.

Selama pemeriksaan itu, Ahyudin didampingi oleh kuasa hukumnya. Dia juga menyampaikan rasa lelahnya setelah diperiksa dalam waktu panjang. “Temen-temen kasian kita capek juga nih,” tuturnya. Ahyudin mengabarkan bahwa pemeriksaan tersebut belum selesai. Rencananya, Ahyudin bakal mendatangi lagi Bareskrim pada Senin, 11 Juli 2022. “Ikutin aja prosesnya, gitu ya,” ujarnya.

2. Senin, 11 Juli 2022

Ahyudin kembali mendatangi gedung Bareskrim pada Senin, 11 Juli 2022. Dia mengaku mulai menjalani pemeriksaan sejak pukul 8.30 WIB. Mantan Presiden ACT itu terpantau meninggalkan Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 22.13 WIB. Total Ahyudin menjalani pemeriksaan selama 12 jam.

Dalam pemeriksaan kedua tersebut, Ahyudin mengatakan dirinya diperiksa terkait dana CSR Boeing yang diterima ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. “Jadi, alhamdulillah dengan penyidik tadi sudah dibahas secara komperhensif meskipun saya tidak bisa membahas di sini secara utuh,” katanya kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Senin malam, 11 Juli 2022.

Ahyudin mengatakan secara garis besar, bentuk program yang diamanahkan Boeing oleh ACT adalah dalam bentuk pengadaan fasilitas umum atau fasum, yang diberikan kepada ahli waris. Dia membantah bahwa dana CSR yang diterima ACT dari Boeing adalah bentuk santunan uang tunai yang dititipkan Boeing kepada ACT, lalu diberikan ke ahli waris. “Bukan begitu,” kata Ahyudin.

Durasi waktu pengadaan fasum tersebut belum selesai sampai Juli 2022 dan masih terus berlangsung pelaksanaan programnya. Ahyudin memperkirakan progres pembangunannya telah mencapai 75 persen. “Tebakan saya, sih di atas 75 persen. Saya yakin sampai Januari, tanggal 11 saja kalau tidak salah sudah 70 persen,” ujarnya. Terkait lokasi pembangunan fasum yang dibangun dari dana CSR Boeing tersebut, Ahyudin memilih pergi, meninggalkan wartawan dengan tersenyum.

3. Rabu, 13 Juli 2022

Ahyudin kembali menjalani pemeriksaan pada Rabu, 13 Juli 2022. Pendiri ACT ini diperiksa sekitar pukul 13.00 WIB dan keluar pukul 23.13 WIB. Dia mengungkit soal laporan keuangan ACT yang memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sampai 2020. Ahyudin membantah bahwa ada penyelewengan dan penyalahgunaan dana oleh lembaga filantropi yang didirikannya itu.

“Perlu diketahui laporan keuangan ACT sejak tahun 2005 sampai 2020 semuanya sudah diaudit dan dapat predikat WTP,” kata Ahyudin saat ditemui di Mabes Polri, Rabu, 13 Juni 2022.

Menurutnya, akuntan publik tidak mungkin mengeluarkan status WTP bila ada masalah penggunaan dana. Ahyudin optimistis bahwa predikat WTP tersebut merupakan standar bagi ACT dalam pengelolaan keuangan. Namun, dia tidak menyebut kantor akuntan mana yang dimaksud yang mengeluarkan predikat tersebut.

“Kalau diaudit kemudian predikatnya WTP, mana mungkin kantor akuntan audit mau keluarkan hasil predikat dengan predikat WTP kalau ada penyimpangan,” kata Ahyudin.

Ihwal pemeriksaan dugaan penyelewengan dana tanggung jawab sosial perusahaan Boeing, Ahyudin tidak dapat memberikan komentar. Pasalnya, Ahyudin tidak mengikuti lagi perkembangan internal lembaga tersebut setelah mengundurkan diri dari ACT awal Januari 2022. Ahyudin diperiksa lagi oleh Bareskrim pada Kamis, 14 Juli 2022 hari ini.

HENDRIK KHOIRUL MUHID

Baca juga: 

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan