Transjakarta Akan Komersialkan Halte Bus, Menjual Penamaannya ke Perusahaan

  • Bagikan
SUARAFLORES.NET, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan menjadikan halte bus sebagai barang komersial. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Transjakarta Anang Rizkani Noor mengatakan, pihaknya akan menjual penamaan atau naming rights 17 halte. 

"Kami akan komersialkan naming rights di beberapa tempat," kata dia saat mengunjungi kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Juli 2022. 

Menurut Anang, penjualan nama halte ini menggunakan sistem lelang. Artinya, nilai jual naming rights di setiap halte bakal berbeda-beda. Peserta yang memenangkan lelang, tutur dia, berhak atas naming rights halte selama lima tahun. 

Anang tak bisa membeberkan target pendapatan non-tiket dari penjualan nama ini. Yang pasti, dia melanjutkan, sudah banyak perusahaan yang berminat membeli. "Dibanding dengan MRT, (halte Transjakarta) lebih menarik, karena (penempatan nama) di (posisi) atas dan kelihatan," ujar dia. 

Dia memaparkan halte yang direvitalisasi adalah salah satu objek penjualan naming rights. Tahun ini, PT Transjakarta menargetkan penyelesaian revitalisasi di 46 halte. 

Halte yang akan dibenahi itu terdiri dari empat halte ikonik, empat halte terintegrasi, dan sisanya halte biasa. Halte ikonik akan memiliki ciri khas dan terletak di lokasi yang terlihat banyak orang. Misalnya, Halte Sarinah, Halte Bundaran HI, Halte Tosari, dan Halte Dukuh Atas 1.

Sementara halte bus terintegrasi akan menghubungkan halte bus transjakarta dengan fasilitas transportasi publik lainnya, seperti stasiun KRL Jabodetabek, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Contohnya Halte Cikoko Stasiun Cawang, Halte Stasiun Jatinegara 2, Halte Kebon Pala, dan Halte Juanda.

Baca juga: Transjakarta Revitalisasi 46 Halte, Shuttle Bus Jadi Solusi Kepadatan Penumpang

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan