10 Peristiwa Polisi Tembak Polisi dari 2005 hingga Tragedi di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo

  • Bagikan
SUARAFLORES.NET, Jakarta - Untuk ke sekian kalinya, insiden polisi tembak polisi menghiasi wajah Kepolisian Republik Indonesia atau Polri. Kasus adu tembak di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat sore, 8 Juli 2022 lalu bukan kali pertama. Peristiwa yang melibatkan anggota polisi saling tembak setidaknya terjadi hingga 10 kali di Indonesia.

Peristiwa Polisi Tembak Polisi

Berikut beberapa peristiwa polisi tembak polisi yang dirangkum SUARAFLORES.NET:

1. Baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Jumat, 8 Juli 2022

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan insiden baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di kediaman Irjen Ferdy Sambo karena adanya dugaan tindakan pelecehan terhadap sang istri oleh Brigadir J.

Peristiwa yang menewaskan Brigadir J tersebut bermula ketika istri Kadiv Propam berteriak minta tolong. Mendengar teriakan tersebut, Bharada E yang saat itu berada di lantai atas kemudian segera memeriksa. Brigadir J panik dan keluar dari kamar. Bharada E yang masih berada di tangga kemudian bertanya ada apa.

Tetapi pertanyaan tersebut dijawab dengan tembakan. Maka terjadilah aksi baku tembak antara keduanya yang menewaskan Brigadir J. Ada 7 proyektil yang dikeluarkan dari Brigadir J dan 5 proyektil yang dikeluarkan Bharada E. Jarak baku tembak itu, kata Ramadhan, kurang lebih 10 meter.

2. Curiga selingkuhi istri, polisi tembak polisi di NTB, Senin, 25 Oktober 2021

Pada 2021 lalu, aksi polisi tembak polisi juga terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB. Penembakan itu dilakukan oleh Brigadir Kepala MN terhadap Brigadir Satu HT. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat Komisaris Besar Hari Brata mengungkapkan Brigadir Kepala MN, menembak rekan sesama polisinya itu dari jarak dekat.

Penembakan terjadi di pintu gerbang rumah yang dihuni korban, di kawasan BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur. Saat korban membuka pintu gerbang, pelaku kemudian menodongkan senjata senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara. “Jadi di pintu gerbang itu aksi penembakan, langsung,” ungkap Hari.

Berdasarkan hasil olah TKP, korban diduga tewas pada pukul 11.20 Wita, sekitar empat jam setelah seorang saksi menemukan jenazah Briptu HT tergeletak bersimbah darah. Dari hasil autopsi di RS Bhayangkara Mataram, korban meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada kanan. Aksi polisi tembak polisi hingga tewas ini diduga karena persoalan asmara. Pelaku cemburu kepada korban yang diduga memiliki hubungan gelap dengan istrinya.

3. Karena teledor, polisi tembak polisi di Sulawesi Tengah, Jumat, 8 November 2019.

Usai terlibat adu mulut, Aiptu P nekat menembak rekannya sendiri, Aipda NS, pada Jumat, 8 November 2019 di Polsek Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Berdasar keterangan yang dihimpun, insiden ini terjadi pada pukul 09.30 WIB.

Saat itu, Aiptu P yang tengah membersihkan senjata di Polsek Sirenja sempat adu mulut dengan Aipda NS. Tiba-tiba Aiptu P menembakkan senjata apinya ke arah Aipda NS hingga mengenai rahang. “Karena panik P kemudian menembak dirinya sendiri,” kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto.

Sementara itu, hasil penyelidikan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, mengungkapkan pada Senin, 11 November 2019, bahwa tertembaknya dua anggota Kepolisian Sektor Sirenja pada Jumat itu adalah akibat keteledoran.

Saat melakukan pembersihan senjata api jenis V2 Sabhara, tiba-tiba terjadi ledakan dari senjata api laras panjang tersebut. Tembakan itu mengenai bagian kepala Aipda NS yang saat itu ikut mendampingi pemeriksaan rutin kebersihan barang inventaris milik Polsek Sirenja.

4. Peristiwa berdarah polisi tembak polisi di Depok, Kamis, 25 Juli 2019

Aksi polisi tembak polisi terjadi tiga tahun lalu, di Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada 25 Juli 2019. Kejadian itu terjadi pada Kamis malam, pukul 20.50 WIB. Brigadir Rangga Tianto secara kalap melepaskan tujuh proyektil dari senjata api jenis HS 9 miliknya. Seluruh tembakan itu tepat sasaran mengenai rekan seprofesinya, Bripka Rahmat Effendy. Korban tewas seketika setelah tertembak timah panas pada bagian dada, leher, paha, dan perut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penembakan ini dilatarbelakangi oleh aksi pengamanan yang dilakukan Bripka Rahmat terhadap pelaku tawuran bernama Fahrul ke Polsek Cimanggis. Kemudian orang tua Fahrul, ditemani Brigadir Rangga, datang ke Polsek Cimanggis.

Usut punya usut, Fahrul ini ternyata keponakan Brigadir Rangga. Brigadir Rangga meminta Bripka Rahmat untuk membebaskan Fahrul agar dibina oleh orang tuanya sendiri. Namun Bripka Rahmat menolak dengan nada keras. Hal itu menyulut emosi Brigadir Rangga dan terjadilah aksi polisi tembak polisi tersebut.

5. Tiga anggota Brimob tewas ditembak rekan sendiri, Selasa, 10 Oktober 2017.

Tiga anggota Brimob yang bertugas di lokasi pengeboran minyak PT Sarana Gas Trembul di Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tewas diduga ditembak oleh rekannya sendiri. Kapolda Jawa Tengah saat itu, Irjen Pol (sekarang Komjen Pol) Condro Kirono di Semarang, Rabu, Rabu, 11 Oktober 2017, membenarkan kejadian yang dialami anggota Subden IV Satuan Brimob Pati pada Selasa malam itu.

“Mereka ini merupakan bagian dari enam anggota Brimob yang diperbantukan untuk menjaga proyek vital nasional itu,” kata dia.

Korban tewas akibat penembakan itu adalah Bripka BT, Brigadir BW, dan Brigadir AS. Dari laporan awal oleh Direktur Reserse Kriminal Umum dan Kepala Laboratorium Forensik yang melakukan olah tempat kejadian perkara, diduga terdapat motif pribadi dalam peristiwa itu. Condro menjelaskan, dari keterangan saksi diketahui hanya terdapat satu senjata api jenis AK 101 di dekat tubuh Bripka BT.

Menurut keterangan saksi, saat itu anggota brimob lain sedang berada di kamar mandi. Mereka mendengar suara tembakan yang berasal dari barak personel brimob yang diperbantukan untuk pengamanan. Sejumlah saksi mengaku diperintah oleh Bripka BT untuk lari menyelamatkan diri. Sebelum akhirnya terdengar suara tembakan lagi. Brigadir BW dan AS tertembak di bagian tubuh, sementara Bripka BT didapati luka tembak di bagian kepala.

Selanjutnya: 5 peristiwa lain polisi tembak polisi, ada yang karena tak terima dimutasi...

12 Selanjutnya

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan