Sampai Terdengar di Negeri Samurai, Pantas Citayam Fashion Week Sampai Disorot Oleh Media Jepang, Bahkan Sampai Dibandingkan Dengan Fashion Street di Harajuku, Begini Katanya

  • Bagikan

Suaraflores.net - Belakangan jagat maya publik Indonesia dihebohkan dengan fenomena Citayam Fashion Week.

Fenomena ini menyoroti sekelompok muda-mudi dari pinggiran Jakarta, terutama dari Citayam yang berkumpul dan nongkrong di kawasan Dukuh Atas, Sudirman.

Bahkan sampai dikatakan unik, karena mereka datang dengan penampilan yang unik dan berwarna-warni.

Menariknya fenomena ini sampai terdengar di negeri Samurai yang menyoroti Citayam Fashion Week.

Media Jepang yang menyoroti fenomena ini adalah Tokyo Fashion, melalui akun Twitternya.

Sementara istilah Citayam Fashion Week pertama kali dipopulerkan oleh akun TikTok @radita.pradana.

Kini nama Citayam Fashion Week, menjadi ramai bahkan terdengar sampai ke media Jepang.

Dalam utas di Twitternya, (11/7) Tokyo Fashion, justru memberikan dukungan pada muda-mudi Indonesia.

Mereka berdandan dan membuat jalanan di Jakarta layaknya catwalk.

Bahkan Tokyo Fashion, meminta sejumlah situs dan akun street snap Indonesia mendokumentasikan dan mendukung mereka.

Media tersebut, menyebutkan media sosial menjadi wadah yang tepat untuk mempromosikan mereka.

Tak cukup sampai disitu yang menarik dari sorotan Tokyo Fashion adalah, mereka juga membandingkannya dengan kelahiran steet fashion Harajuku.

Fenomena nyaris sama, di kawasan stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo.

Untuk diketahui, di Jepang khususnya Harajuku, merupakan komplek yang dulunya dianggap nyeleneh oleh masyarakat sekitar.

Kehadiran Street Style Harajuku juga hampir sama dengan Citayam Fashion Week.

Namun, seiring berjalannya waktu, gaya Harajuku diterima bahkan menjadi kiblat style di seluruh dunia.

Kemudian, masyarakat setempat bisa hidup berdampingan dengan orang-orang Street Fashion Harajuku.

Menariknya, Street Style Harajuku juga mulai dibiarkan oleh polisi Jepang.

"Polisi di Harajuku, selalu datang dan bertemu kami setiap hari, mereka umumnya baik-baik saja dengan anak street fashion, selama tidak berkelompok dalam jumlah besar, minum-minum di jalan, mengganggu lalu lintas, atau melakukan sesuatu yang mengganggu," kata Tokyo Fashion.

Gaya Harajuku bahkan masih ada hingga kini, dan membantu mahasiswa dari perguruan tinggi jurusan mode dan kecantikan di Tokyo di lingkungan fashion street.

"Anak-anak Harajuku umumnya di bawa ke proyek mereka, sebagai model dan lain-lain," kata Tokyo Fashion.

Sumber: intisari-online.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan