Gerindra Duga Eektabilitas Prabowo Menurun Bukan karena Jadi Menteri Jokowi

  • Bagikan
SUARAFLORES.NET, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Irfan Yusuf Hasyim, menduga turunnya elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bukan karena bergabung dengan kubu pemerintah. Turunnya elektabilitas Menteri Pertahanan ini terungkap dalam hasil survei terbaru Indopol Survey & Consulting.

"Kalau dikatakan menurun karena bergabung di pemerintahan, ini survei kapan? Sementara Pak Prabowo sudah gabung sejak kapan? Artinya sudah tiga tahun gabung dan surveinya selalu naik dan selalu di atas," kata Irfan saat dihubungi Tempo, Sabtu, 16 Juli 2022. 

Irfan menerangkan menurut hasil beberapa lembaga surveinya lainnya, elektabilitas Prabowo tetap tinggi. Selain itu menurut hasil survei yang dilakukan internal Partai Gerindra, Irfan mengklaim elektabilitas Prabowo tetap moncer. 

Meski begitu, Irfan mengatakan bakal menjadikan hasil survei dari Indopol sebagai bahan evaluasi untuk menjaga elektabilitas Prabowo. 

"Apapun hasil surveinya, dari mana pun surveinya, kami selalu evaluasi, tiap bulan per bulan, hari ke hari perkembangannya. Hingga kami jadikan pertimbangan untuk kebijakan selanjutnya," kata Irfan. 

Sebelumnya, dalam hasil survei Indopol disebutkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto masih menempati posisi tiga teratas calon presiden potensial di Pilpres 2024. Namun, hasil survei menunjukkan elektabilitas Prabowo turun signifikan, sementara elektabilitas Ganjar dan Anies naik.

Jika menggunakan simulasi terbuka, elektabilitas Ganjar sebesar 17,89 persen; atau mengalami kenaikan 3,91 persen dari survei Juni 2022 sebesar 13,98 persen. 

Sementara Anies 16,42 persen atau mengalami kenaikan 6,01 persen dari survei Juni 2022 sebesar 10,41 persen. Adapun Prabowo tertinggal di 8,94 persen.

"Prabowo mengalami penurunan signifikan. Jika dibandingkan dari Januari 2022, elektabilitas Prabowo turun 6,91 persen dari semula 15,85 persen menjadi 8,94 persen," ujar Direktur Eksekutif Indopol Survey and Consulting Ratno Sulistiyanto, Jumat, 15 Juli 2022.

Jika menggunakan simulasi 16 nama, elektabilitas Ganjar 24,55 persen, Anies 20,41 persen, dan Prabowo 11,63 persen. Sementara jika menggunakan simulasi tiga nama, elektabilitas Ganjar 29,92 persen, Anies 24,96 persen, dan Prabowo 16,34 persen.

Survei Indopol ini dilakukan pada 24 Juni - 1 Juli 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 1.230 responden per provinsi dan margin of error /- 2,8 persen. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Charta Politik juga melakukan survei mengenai preferensi politik masyarakat di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Tiga provinsi tersebut merupakan lumbung suara incaran calon presiden setiap Pilpres. Prabowo hanya menang di Jawa Barat namun kalah dari Ganjar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Prabowo mendapat suara 26,9 persen di Jawa Barat, diikuti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 22 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 19,5 persen dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 15,2 persen. Calon lainnya berada di bawah angka 3 persen.

Di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo unggul telak 71,5 persen, Prabowo 7,6 persen, dan Anies 6,2 persen. Calon lainnya di bawah 3 persen.

Sementara itu, di Jawa Timur, Ganjar mendapat elektabilitas tertinggi sebesar 31,8 persen, diikuti Anies Baswedan 17 persen, Khofifah Indar Parawansa 15 persen, Prabowo Subianto 15 persen dan Puan Maharani  4,2 persen. Calon lainnya berada di bawah angka 3 persen.

Survei Charta Politika di Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Jawa Timur ini dilakukan pada 24-30 Juni 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden per provinsi dan margin of error (MoE) /- 2,83 persen.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur dengan protokol kesehatan yang ketat. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) pada tingkat kepercayaan 95 persen.

M JULNIS FIRMANSYAH I DEWI NURITA

Sumber: tempo.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan