Jadi Buronan Seantero Negeri Karena Dianggap Tak Becus Pimpin Negara Hingga Sebabkan Kebangrutan Sri Lanka, Kenapa Presiden Sri Lanka Pilih Kabur ke Singapura ?

  • Bagikan

Suaraflores.net - Menurut kantor berita AP, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan istrinya meninggalkan negara itu semalaman.

Kemudian tiba di Maladewa pada pagi hari tanggal (14/7), ke sebuah resor pribadi, dan kemudian terbang ke Singapura pada sore hari tanggal (14/7).

Pertanyaannya kenapa Gotabaya memilih pergi dari Maladewa ke Singapura?

Rajapaksa belum memberikan alasan resmi, namun menurut Indian Express.

Keluarga Rajapaksa memiliki banyak koneksi di Singapura, baik Mahinda maupun Gotabaya datang ke sini secara rutin untuk alasan medis.

Presiden Gotabaya Rajapaksa menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura pada Mei 2019, beberapa bulan sebelum ia memenangkan pemilihan presiden.

Pada Desember 2021, ia menangguhkan Parlemen selama empat minggu dan melakukan perjalanan ke Singapura lagi untuk pemeriksaan kesehatan.

Mantan Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa juga mendapat perawatan di Singapura.

Mengenai situasi di Sri Lanka, pada tanggal (15/7) Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe dilantik sebagai penjabat Presiden, menggantikan Gotabaya Rajapaksa.

Sebelumnya pada tanggal (14/7), setelah tiba di Singapura, Rajapaksa mengajukan pengunduran dirinya melalui email dan pada tanggal (15/7).

Ketua Parlemen Sri Lanka, Tuan Mahinda Yapa Abeywardana, mengumumkan pengunduran diri Presiden Rajapaksa.

Parlemen Sri Lanka lalu melaksanakan sidang pada (16/7).

Di bawah Konstitusi Sri Lanka, Perdana Menteri Wickremesinghe akan bertindak sebagai Presiden sampai Majelis Nasional memilih seorang anggota parlemen untuk menggantikan Rajapaksa untuk sisa masa jabatannya.

Namun, Wickremesinghe tidak populer dan diminta untuk mengundurkan diri.

Ketua Parlemen Abeywardana mengatakan Majelis Nasional akan mengadakan pemilihan presiden baru pada 20 Juli setelah menerima nominasi pada (19/7).

Sri Lanka telah mengalami krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Negara itu menderita kekurangan makanan dan bahan bakar selama berbulan-bulan, pemadaman listrik yang berkepanjangan dan inflasi yang melonjak.

Karena kurangnya mata uang asing untuk mengimpor komoditas penting, menyeret menyusul protes massal yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Sumber: intisari-online.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan